Nilai dasar perjuangan dalam membentuk kepemimpinan yang berintegritas dan visioner
Oleh: Dika Dwi Yurlita
Habaretam.com, Yogyakarta – Di era moderen saat ini, indonesia menghadai tantangan baru yaitu krisis integritas dalam
kepemimpinan. Maraknya kasus korupsi serta penyalahgunaan wewenang menunjukan rentannya landasan etika dan moral dalam kepemimpinan. Integritas yang menjadi dasar sebagai konsistensi antara kata dan perbuatanya serta harus berpegang pada kebenaran. Pemimpin berintegritas adalah pemimpin yang memiliki nilai-nilai yang ada di dalam Nabi Muhammad SAW, dan pemimpin yang visioner terdapat dalam pemikiran-pemikiran Nabi Muhammad SAW. Sifat yang di miliki Nabi Muhammad SAW untuk menjadi pemimpin berintegritas dan visioner yaitu sering kita sebut dengan sifat profetik Nabi Muhammad SAW.Dimana Sifat profetik Nabi Muhammad ialah Shiddiq dalam artian jujur dan benar, Amanah yaitu dapat dipercaya, Tabligh yaitu menyampaikan, dan Fathonah yaitu Cerdas.
Shiddiq adalah jujur dan benar adalah selalu berpihak pada kebenaran, tidak mencari
keuntungan sendiri untuk memperkaya diri sendiri. Kedua yaitu sifat amanah adalah dapat dipercaya, memandang kepemimpinan sebagai titipan atau amanah dan mengutamakan kepentingan umatnya. Ketiga ialah tabligh adalah menyampaikan, mampu menyampaikan visi misi dan kebijakan dengan efektif. Keempat itu fathonah adalah cerdas, kecerdasan dan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan serta berfikir untuk jangka panjang maupun jangka pendek kebijakan ingin di ambil. Nilai kepemimpinan dalam Himpunan Mahasiswa
Islam mengarahkan dan membentuk kader menjadi pemimpin visioner, transformatif dan universal yaitu insan akademis, pengabdi yang bertanggung jawab atas masyarakat adil dan makmur berdasarkan tauhid dan wujudkan islam yang diinginkan, yaitu islam rahmatan lil’alamin, bukan sekadar kekuasaan dunia semata.
Kepemimpinan kader himpunan mahasiswa islam dalam karakteristik kepemimpinan dalam nilai dasar perjuangan himpunan mahasiswa islam ialah berorientasi kesejahteraan bersama, berbasis islam, transformasi modern, mempunyai ideologis, dan menjadi khalifah di muka bumi. Transformasi harus seiring perubahan zaman, karena pada zaman nabi apa yang
dilakukan nabi tidak seiring apa yang dilakukan manusia pada zaman sekarang, seperti nabi berdakwah tidak menggunakan kendaraan apapun hanya berjalan kaki dengan umatnya bahwa nabi sangat sering kucilkan oleh kaum yahudi, semata-mata hanya untuk berdakwah untuk memperbaiki umatnya.
Himpunan mahasiswa islam memiliki model ideologis yang diyakini kebenaran untuk
membentuk karakter pemimpin yang bisa membawa kepentingan umat dengan unsur-unsur utama nilai dasar perjuangan himpunan mahasiswa islam. Dasar-dasar kepercayaan, hakekat penciptaan dan eskatologi, manusia dan nilai-nilai kemanusian, kemerdekaan manusia yang
biasa kita sebut ikhtiar dan takdir, individu dan masyarakat, keadilan sosial dan keadilan
ekonomi, dan kemanusiaan serta ilmu pengetahuan. Unsur-unsur tersebut dapat membentuk kader menjadi pemimpin yang berintegritas dan visioner.
Cak nur adalah pencipta pemikiran nilai-nilai dasar perjuangan yang menghasilkan pemikiran tentang dasar kepercayaan ialah keimanan memberikan kebenaran namun melahirkan tradisi tradisi memperumit masyarakat yang menolah perubahan tidak mau kemajuan pada modernisasi. Kalimat tidak ada tuhan melainkan allah mempunyai arti tak ada tuhan membuat semua kepercayaan adalah palsu sedangkan melainkan allah pengecualian bagi kepercayaan yang benar terhadap allah swt. Pada akhirnya allah swt adalah satu-satunya kepercayaan makhluk hidup yang sempurna dan semua nilai-nilai yang ada semata-mata untuk menjadikan makhluk hidup di bumi sebagai makhluk hidup yang saling membantu satu sama lain, tidak ada yang merasa hebat, merasa kuat, merasa tertinggi, merasa terendah, tetapi semua makhluk
hidup adalah sama yang hanya membedakan ialah ketakwaan di mata allah swt.