Habaretam.com, Samarinda – Momentum Ramadan dimanfaatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalimantan Timur untuk mempererat silaturahmi bersama insan pers melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Harris Hotel Samarinda, Senin (16/3/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk memaparkan capaian kinerja pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua BAZNAS Kaltim, H. Ahmad Nabhan, mengungkapkan bahwa sejak awal masa kepengurusan pada 2022, penghimpunan dana ZIS terus mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.
Ia merinci, pengumpulan dana yang awalnya berada di angka Rp6,7 miliar, meningkat menjadi Rp8,6 miliar, kemudian Rp14,6 miliar, Rp16,4 miliar, hingga mencapai Rp20,5 miliar pada tahun 2025.
“Kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS terus tumbuh dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang dalam membangun kepercayaan publik.
“Awalnya memang tidak mudah, tetapi berkat kerja sama semua pihak, termasuk wartawan, masyarakat kini semakin yakin menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS,” katanya.
Nabhan pun optimistis pada tahun terakhir masa kepengurusan saat ini, penghimpunan ZIS dapat menembus angka Rp25 miliar, bahkan melampaui target nasional untuk Kalimantan Timur sebesar Rp22,5 miliar.
“Kami berharap di tahun terakhir kepengurusan ini pengumpulan ZIS bisa mencapai Rp25 miliar,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran media memiliki kontribusi besar dalam menyebarluaskan informasi program BAZNAS kepada masyarakat luas.
“Peran media sangat besar dalam menyampaikan program-program BAZNAS kepada masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menyoroti pentingnya pemahaman yang utuh terhadap laporan keuangan filantropi Islam yang memiliki standar khusus berbasis PSAK 409.
“Laporan keuangan filantropi harus dibaca utuh, mulai dari laporan aktivitas, arus kas, neraca hingga distribusinya,” jelasnya.
Ia mengingatkan agar laporan tidak ditafsirkan secara parsial karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kalau dibaca setengah-setengah, bisa menimbulkan salah tafsir,” tegasnya.
Badrus juga memaparkan, hingga 15 Maret 2026, penghimpunan dana ZIS telah mencapai Rp4.976.765.976, sementara penyaluran dana tercatat sebesar Rp5,7 miliar.
“Distribusi memang lebih besar karena kami juga menggunakan saldo akhir tahun sebelumnya,” ujarnya.
Pada Ramadan tahun ini, BAZNAS Kaltim turut menyalurkan 5.000 paket Program Ramadan Bahagia senilai Rp600 ribu per paket atau total Rp3 miliar sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat.
Di sisi lain, ia memastikan tata kelola keuangan BAZNAS Kaltim pada 2025 telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan menjadi salah satu yang tercepat terbit secara nasional.
“Kami sangat berhati-hati dalam penggunaan dana zakat,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama yang dilaksanakan tidak menggunakan dana zakat, melainkan bersumber dari pos operasional lembaga.
“Semua bisa dikonfirmasi, termasuk melalui Satuan Audit Internal BAZNAS,” pungkasnya. (Nsa)