Informasi Seputar Benua Etam

Membangun Konektivitas IOH Kalimantan Lewat Kabel Laut, Fiber Optik, dan Microwave

0 24

Habaretam.com, Samarinda – Pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia terus melaju cepat untuk memastikan konektivitas antarpulau maupun dengan jaringan global. Tak terkecuali di Pulau Kalimantan yang kini resmi ditunjuk sebagai pusat pemerintahan Indonesia yang baru.

Head of Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Kalimantan Technology, Indra Wahyudi, menjelaskan pembangunan jaringan transmisi di Kalimantan yang dilakukan pihaknya terbagi dalam tiga jalur utama, yakni jalur bawah laut dengan submarine cable (kabel laut), jalur darat dengan fiber optik, serta jalur udara dengan microwave yang dipancarkan melalui menara telekomunikasi.

“Jadi kami ada tiga jalur, kayak antimo juga, bisa darat, udara maupun laut,” ucap Indra sambil tertawa, Selasa (30/9/2025).

Indra menuturkan, IOH yang membawahi brand IM3 dan Tri, saat ini memiliki dua titik pembangunan kabel laut di wilayah Kalimantan, masing-masing di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Keduanya menghubungkan Kalimantan ke Pulau Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan berbagai wilayah lain di Tanah Air, bahkan hingga ke Singapura.

“Dari jalur ini, seluruh lalu lintas data berkecepatan tinggi dapat dikirim untuk memenuhi berbagai kebutuhan,” jelasnya.

Lebih jauh, Indra menjelaskan peta kabel laut global atau Submarine Cable Map menunjukkan jaringan kabel bawah laut yang membentang hampir di seluruh dunia. Teknologi ini, kata dia, menjadi tulang punggung utama komunikasi modern.

Sebelumnya, koneksi antarwilayah banyak mengandalkan satelit. Namun satelit memiliki kelemahan berupa latensi tinggi dan rentan terganggu cuaca. Dengan kabel laut, transmisi data jauh lebih cepat dan stabil.

Selain infrastruktur bawah laut, IOH juga memperkuat jaringan darat dengan pembangunan fiber optik. Kabel optik ditanam di jalur antarkota dan antarprovinsi di Kalimantan. Beberapa jalur yang sudah terhubung antara lain Samarinda–Balikpapan, Samarinda–Bontang, hingga Berau.

“Jaringan darat ini menopang distribusi data antarwilayah di dalam pulau,” sebut Indra.

Tak hanya itu, konektivitas IOH juga diperluas melalui jalur udara dengan teknologi microwave. Jaringan ini dibangun lewat menara-menara telekomunikasi yang dipasangi perangkat pemancar berbentuk seperti gendang besar. Perangkat tersebut memancarkan gelombang elektromagnetik dari satu menara ke menara lain, sehingga data dapat ditransmisikan secara berkesinambungan.

“Tanpa konektivitas ini, komunikasi modern tidak akan berjalan. Misalnya ketika kita mengakses Google, servernya bisa saja berada di Amerika atau wilayah lain. Data akan melewati jalur kabel laut dan jaringan global dengan sangat cepat,” terang Indra.

Ia menambahkan, kebutuhan pembangunan konektivitas di Indonesia berbeda dengan daratan Eropa yang cukup mengandalkan kabel optik di darat. Sebagai negara kepulauan, Indonesia wajib membangun jaringan kabel bawah laut untuk menghubungkan pulau-pulau besar.

Indra juga mengungkapkan, meski saat ini Kalimantan sudah memiliki dua titik kabel laut, masih ada wacana pembangunan tambahan jalur di Kota Balikpapan.

“Meski dengan dua jalur submarine yang ada sekarang sebenarnya Kalimantan sudah cukup terhubung,” pungkasnya.


 

Leave A Reply

Your email address will not be published.